Archive for March, 2007

Chronicles of Thasya

Thursday, March 22nd, 2007

Mohon maap jangan
komplain dulu dengan judul dari
postingan ini. Mungkin memang agak berlebihan, tapi rasanya ga ada kata yang
tepat untuk menggambarkan apa yang mau aku sampein disini. Aku sebenernya cuma
mau mengulik dan menjelajahi, selama ini sudah berapa banyakkah panggilan yang
orang2 kasih buat untuk akui. Jadi biar ga salah paham, ini mau merinci tentang
nama Thasya bukan Thasya-nya. Begitooooo,,,,,,

 

Thasya Pauline : nama
yang orang tua aku kasih dan inilah nama yang tertera dalam Akta Kelahiran dan
Ijazah

Thasya Pauline Tamberongan : namaku + nama keluarga, selalu deh tiap
ada even2 tertentu yang menyebutkan nama, keluarga besar selalu maksain untuk
nyantumin fam ini di buntut nama ku

Thasya Pauline T : nama yang tertera
di KTP ku, susah banget ngubahnya, sampe2 semua accountku di bank tertulis
dengan nama seperti itu. Paling gedek ada yang nyambungin huruf T jadi : thasya
paulinet ,,,

Thasya : nama
panggilan yang diberikan kebanyakan orang,, dan taukah kamu kalo sampai kelas 1
SD aku ngga begitu menyadari kalo namaku Thasya,,

Ncha : nah kupikir
inilah namaku,, ini merupakan nama panggilan semua saudaraku dan temen2 di
lingkungan rumahku,, konon panggilan ini diciptain sama saudara sepupu aku, si
femmy, yang ga bisa nyebut Thasya dengan sempurna,, yah begitulah jadinya

Icha, echa, cacha : nama panggilan
dari beberapa orang yang dengan sukses tidak berhasil mengeja kata ”ncha”

Ucha : ya ampun ini
nih nama panggilan dari guruku waktu sekolah minggu,, aduduhh ka Lucky di
manakah dikau berada sekarang???

Teteh : panggilan dari
adekku dan beberapa keluarga,,, padahal sampe si metha mau masuk tk dia tuh
masih manggil aku ’ncha’ kalo ga disuruh-suruh sama mamah, mana mau dia manggil
teteh,,, kurang ajar tu anak emang,,,

Thas or tas : ini
nama panggilan dari orang-orang males yang ngerasa kepanjangan kalo manggil
nama dengan dua suku kata,,, Thas - sya
,, dan mereka memilih yang pertama,
TAS!!!

Sya…… : potongan
juga hasil ciptaan orang2 ogah repot,,, paling ngga ini lbih manis lah dari
pada TAS!!! O iya pertama-tama pacaran juga si frans manggil aku begini, tapi
karena ga special kusuruh ganti deh!!!

Paul : Nama punggung
di seragam basket waktu esempe dan kaos kelas waktu esema,, nama keren di
masa-masa tomboy….

Sasho,,, : gara2 prida dan tyas
neeh,,, intinya sih ga nyambung,,, hahaha orang nanya sasha kok jawabnya orang
jawa jadilah si sasha ini di jawa jadi sasho,,,

Thasyong : kerjaannya
si farida di kost2an paus atas bikin nama semua orang dikasih –ong dibelakangnya (thasyong, ergong, faridong,
lenong, plus si liong),,, ah kangen kalian,,,,,,

’dek : panggilan dari
mas ariesta,, tak pernah dia memanggil dengan namaku,,,, ya ampun thasya masih
juga diingat-ingat, it’s over thasya,, it’s over,,,,, (maap,,,, -dengan tampang
memelas)

Shaschya (OB) : nista gwa
disamain sama doi,,,,, Cuma karena ogut
sekretaris juga terus dan suku kata nama belakangnya sama, bukan
berarti……..

Tosio : tosio itu kan si
setan anak kecil di pilem ”the grudge”,,, dan karena aku uwonge penakut banget,
jadilah ka withri memplesetkan namaku jadi ….. tosio…… (dengan lambat2
dan suara ditekan)

Mba Tasa : memangnya
namaku susah banget ya untuk ditulisdan lafalkan,, beginilah pak Husin di
kantor manggil aku,,,

Thaspal : sempat
akan jadi nama panggilanku waktu pertama masuk kuliah, gara2 di PMK ada sindrom
nyingkat nama depan belakang, sebut saja TiJul untuk Yanti Juliana, atau LeJun
untu Lenny Simanjuntak. Untung ga jadi,,,,

Thasya suthasya/lilin pauline : Nama yang si rere
usulin seharusnya jadi namaku, secara aku selalu mengakui
kalo diriku ini orang sunda,, padahal mah,,, tau orang mana,,, tapi ga ada nama
yang lebih keren apa????

Cucut :  waks,,,, kok
bisa ya jadi panggilan sayang dari si……

Ada yang kurang???????

 

Sepertinya banyak
juga ya apreasi yang orang2 berikan atas namaku,, walopun banyak juga apresiasi
yang menyebalkan. Sebetulnya yang ngeselin lebih kepenulisan kok. Inilah
contoh2 penulisan yang salah atas namaku: TASYA,
TASIA, TASHYA,
TAHSYA, THASIA,
THASA, TASHIA, TASHA, TAHSIA, TESSA, DLLL, DSB, ETC,,,, pokonya aneh2 lah,, pernah mencoba
mempermudah ketika menyebutkan namaku kubilang,, “thasyanya pake “H” ya??” taukah
anda, jadinya ”tasyaH” —— ”Oh
terimah kasih” kubilang. Tapi dalam kasus itu emang aku sih yang salah,,,
heuheueu,,,

Konsultasi Kedokteran Gratis!!!

Wednesday, March 7th, 2007

Suatu keberuntungan bahwa di kostanku sekarang tinggal dua orang dokter (calon dokter tepatnya) dan seorang apoteker (pernah bekerja di apotik tepatnya). Hal ini tentu membuat diriku, yang punya daya tahan tubuh lemah dan rentan terhadap penyakit, lebih merasa aman dan nyaman dalam menjalani pola hidup. Dalam hal ini tentu yang aku maksud pola makan, kebersihan, dan masalah obat-obatan.

Iin dan Ka puti, dua orang kaka beradik yang telah indoktrinasi dalam keluarganya untuk berprofesi sebagai paramedik. Yang pertama kusebut, iin, calon dokter gigi dari FKG UI yang sedang menyelesaikan program profesinya, dia seangkatan denganku. Aku telah tertolong olehnya waktu melakukan bedah gigi, yang ga perlu kuceritakan disini detailnya, dengan meminta temennya untuk mendampingi aku (lagian klinik ui gitu, murah). SElain itu dia menenangkan aku saat aku kesakitan di masa pemulihan gigiku.

Ka puti, kakaknya iin, baru datang dari padang untuk nyari-nyari pengalaman praktek sambil nunggu diwisuda setelah lulus dari kul Profesi di FK Univ. Andalas Padang. Ka Puti ini sabar banget waktu aku nanya-nanya ke dia tentang segala macem (tentunya yang berhubungan dengan kesehatan). Dia ini meruntuhkan teori lama yang menyatakan bahwa "jangan mau ditanganin sama dokter cantik, orang cantik biasanya bego!!" Ka puti itu cantik, manis, dan dari cara dia menjawab pertanyaan2ku, aku yakin kalo dia calon dokter yang handal. Lagian haree gene cewe2 cakep tu hebat2 kali. Kaya aku..hehehehe..

Yang ketiga, ka Gita, lulusan YAI jurusan Psikologi ini punya pengalaman yang oke di bidang farmasi, sekarang aja kerjanya di klinik. Jadi kalo lagi ga enak badan langsung aku nanya mba gita obat apa yang sebaiknya kuminum dan dosisnya segimana. Abis itu, sembuh deh. Eh ga juga deng, kesembuhan itu tetap di tangan Tuhan. Ka Gita hanya jadi saluran berkat aja buat ogut.

Inti dari semuanya itu adalah bukannya mau ngambil keuntungan dari keberadaan mereka, tapi sebagai teman bukankah saling membantu itu perlu. Jadi konsultasi gratis itu sah-sah aja toh. Dan emang yang gratisan itu paling aseek.

(Mohon maap jika ada fakta-fakta yang kurang berkenan di dalam postingan ini)

Angin oh Angin

Thursday, March 1st, 2007

               Sudah 2 hari terakhir ini (Rabu dan
Kamis) Jakarta diterpa angin kencang. Mengapa saya bilang angin kencang, karena
memang tidak biasanya Jakarta diterpa angin sekencang itu. Bagi yang tinggal
daerah Bogor, Puncak atau Cianjur mungkin telah terbiasa dengan angin seperti
ini, tapi bagi warga Jakarta yang terbiasa dengan angin sepoi-sepoi bahkan tak
berangin, hembusan angin belakangan ini memang cukup membuat was-was.

Kewas-wasan yang dirasakan warga
Jakarta ternyata cukup beralasan. Hujan dan angin kencang berhasil dengan
sukses menumbangkan beberapa pohon di
berbagai sudut Jakarta. Pohon yang tumbang juga memakan korban jiwa seorang
pengemudi Daihatsu Feroza di Jl. Pangeran Antasari. Syukurlah korban segera
dilarikan ke RS dan dapat diselamatkan.
Di depan kantor saya di Lapangan Banteng sebuah pohon tumbang menimpa dan merusakan lapak pedagang kaki lima, yang syukurlah saat itu
sedang tidak berjualan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Angin kencang
yang menumbangkan banyak pohon ini tentu saja menambah intensitas kemacetan di
Jakarta.

Banyak orang bertanya-tanya apakah ada
hubungannya antara angin kencang yang melanda Jakarta dengan Gempa berskala 5,8
skala Richter yang terjadi di Meulaboh kemarin, Kamis 1 Maret 2007 pukul 09.10.
Tentu saja jawabannya tidak ada. Gempa terjadi di bawah tanah sedangkan angin
terjadi di permukaan. Dan karena saya tidak ingin cerita tentang gempa, kita
kembali pada sang angin dan membahas kenapa sih ada angin kencang ini di
Jakarta.

Angin kencang terjadi di Jakarta ini ternyata dipengaruhi oleh kondisi suhu
udara dari dua perairan yang mengapit Indonesia. Saat ini di Laut Cina Selatan
suhu udaranya menurun sehingga tekanan udaranya tinggi. Seperti yang kita
pelajari di Geografi kelas 2 SMA, angin bergerak dari daerah bertekanan tinggi
menuju ke daerah bertekanan rendah, nah saat ini perairan di selatan Pulau Jawa
mengalami peningkatan suhu udara yang membuat tekanan udaranya sangat rendah.
Maka bergeraklah si angin dari arah laut cina selatan menuju lautan di selatan
Jawa, tepatnya perairan selatan Jogja,. Terus kenapa dong si angin mampir di
Jakarta segala. Menurut jadwal pergerakannya, matahari saat ini sedang berada
di atas Jakarta, tidak heran kan kalo tiap pagi udara rasanya panas sekali. Hal
ini tentu saja membuat tekanan udara menjadi rendah di Jakarta. Semenjak angin
selalu bergerak ke daerah bertekanan rendah, mampirlah dia ke Jakarta.

Tapi mungkin kita tidak perlu khawatir,
angin yang melewati Jakarta ini tidak berpeluang menjadi angin puting beliung,
kecuali di titik-titik tertentu yang tekanannya sangat rendah – seperti di
Lebak Bulus dan Cinere minggu lalu. Angin yang berhembus dua hari terakhir ini
menurut catatan BMG, kecepatannya hanya sekitar 2-3 knot – saya terjemahkan ya
sekitar 5-6 km/jam- yang hari ini katanya diprediksi bisa meningkat menjadi
3-15 knot, tapi kalau melihat cuaca adem-adem aja, saya sih pesimis tetnatng prediksi
tersebut.
Untuk menjadi angin puting beliung
paling tidak kecepatan angin itu 30-40 knotlah.
Dan kita harus bersyukur karena yang
terjadi di Jakarta jauh di bawah angka tersebut.

Jadi waspadalah, kita tidak tahu hari
akan adakah pohon yang tumbang. Yang pasti apapun yang terjadi, kita tahu Tuhan
selalu menyertai kita. God Bless U all….